Dewa Telah Mati
Oleh: Subagio Sastrowardoyo
Dewa telah mati.
Langit kosong
menjelang siang.
Bukan karena hujan,
bukan karena awan,
tapi karena Dia telah mati.
Kita tersesat di rumput.
Kami menangis, kami memuja,
kami berdoa, kami bersumpah,
kami menuduh, kami mengutuk,
kami mengejar, kami mengejar...
kegelapan itu.
Kita tidak bisa lagi menatap mata-Nya
tanpa tersentak.
Kita tak bisa lagi menemukan tempat
untuk bersembunyi.
Kita harus mencari tahu.
Apakah Dia benar-benar mati?
Atau hanya tertidur
di dalam kerangka daging kita?