Ode to My Socks

Oleh: Pablo Neruda
Dua puluh tahun digunakan oleh kaki saya, mereka tidak menyerah, mereka tidak mengeluh, mereka tidak meminta ganti rugi, mereka tidak meminta liburan, mereka tidak meminta apa pun, mereka terus bekerja, menghangatkan kaki saya, menggandeng kaki saya, menggandeng kaki saya di pagi hari, menggandeng kaki saya di sore hari, menggandeng kaki saya di malam hari, menggandeng kaki saya di tengah keheningan. Kemarin, saya melihat mereka, tergeletak di lantai, saya tidak tahu apa yang terjadi, mereka jatuh, mereka terjatuh, mereka tergeletak, saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya tahu, mereka lelah, mereka sangat lelah, mereka terlalu lelah, mereka tidak bisa lagi, menghangatkan kaki saya, menggandeng kaki saya, menggandeng kaki saya di pagi hari, menggandeng kaki saya di sore hari, menggandeng kaki saya di malam hari, menggandeng kaki saya di tengah keheningan. Saya memanggil mereka, saya memanggil mereka dengan suara pelan, saya memanggil mereka dengan suara yang penuh kasih sayang, saya memanggil mereka dengan suara yang penuh rasa hormat, saya memanggil mereka, "Kaus kaki yang setia", "Kaus kaki yang baik", "Kaus kaki yang menghangatkan kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di pagi hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di sore hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di malam hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di tengah keheningan". Tapi mereka tidak menjawab, mereka tidak bergerak, mereka tidak berbicara, mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka hanya tergeletak, mereka hanya terjatuh, mereka hanya terbaring, mereka hanya diam, mereka hanya sunyi, mereka hanya tidak ada lagi. Saya memandang mereka, saya memandang mereka dengan sedih, saya memandang mereka dengan rasa kehilangan, saya memandang mereka dengan rasa sedih, saya memandang mereka dengan rasa kehilangan, saya memandang mereka, "Kaus kaki yang setia", "Kaus kaki yang baik", "Kaus kaki yang menghangatkan kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di pagi hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di sore hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di malam hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di tengah keheningan". Saya memandang mereka, saya memandang mereka dengan rasa hormat, saya memandang mereka dengan rasa kasih sayang, saya memandang mereka dengan rasa sedih, saya memandang mereka dengan rasa kehilangan, saya memandang mereka, "Kaus kaki yang setia", "Kaus kaki yang baik", "Kaus kaki yang menghangatkan kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di pagi hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di sore hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di malam hari", "Kaus kaki yang menggandeng kaki saya di tengah keheningan".
Kembali ke Daftar