The Hollow Men

Oleh: T.S. Eliot
### **Versi Asli (Bahasa Inggris)** **THE HOLLOW MEN** This is the way the world ends Not with a bang but a whimper. We are the hollow men We are the stuffed men Leaning together Headpiece filled with straw. Alas! Our dried voices, when We whisper together Are quiet and meaningless As wind in dry grass Or rats' feet over broken glass Our dry cellar Between the idea And the reality Falls the Shadow. Between the desire And the spasm Falls the Shadow. Between the emotion And the response Falls the Shadow. Life is very long And yet it ends too soon. This is the way the world ends This is the way the world ends This is the way the world ends Not with a bang but a whimper. Between the idea And the reality Between the motion And the act Falls the Shadow For Thine is the Kingdom Between the emotion And the response Between the desire And the spasm Falls the Shadow All men are merely players Exit, pursued by a bear. Eyes I dare not meet in dreams In fantasy Or in reality Either in life or death There is the tree There is the tree The broken wall, the burning roof and tower And Agamemnon dead. Being all these things in part, They can not cease being. All the shadowy men Who mouth and mutter through the country-side. And by the gate of the church they stand, And all the dumb empty temples Where the wooden god Sits slackly husbanded, breathless, toothless, sightless, All in the worn dust that is maddening the single tree. Newness of the old moon, wetness all about, The voices of the pit and of the dead Rise up to their sinuous croon. Like a numbed beast The headpiece fractured or bleeding. Heads of the animate Their bodies driven on the ground. Their heads delivered at the end of the rope Their deeds done on the wayside. And the dry bone laughs. But our dry voices Whisper together Quiet and meaningless As wind in dry grass Or rats' feet over broken glass Our dry cellar Between the idea And the reality Falls the Shadow Between the desire And the spasm Falls the Shadow Between the emotion And the response Falls the Shadow Life is very long And yet it ends too soon. This is the way the world ends Not with a bang but a whimper. *** ### **Terjemahan Puitis (Bahasa Indonesia)** **PIRIA HAMPA** Inilah cara dunia berakhir Bukan dengan dentuman, melainkan bisikan. Kita adalah pria hampa Kita adalah pria yang diisi kapas Membungkuk bersama Kepala berisi jerami. Alas! Suara-suara kami yang kering, ketika Kami bisik bersama Tenang dan tanpa arti Seperti angin di rumput kering Atau kaki tikus di atas pecahan kaca Gudang kami yang kering Di antara gagasan Dan kenyataan Menyentuh bayang-bayang. Di antara keinginan Dan kejang Menyentuh bayang-bayang. Di antara perasaan Dan respon Menyentuh bayang-bayang. Hidup itu sangat panjang Namun berakhir terlalu cepat. Inilah cara dunia berakhir Inilah cara dunia berakhir Inilah cara dunia berakhir Bukan dengan dentuman, melainkan bisikan. Di antara gagasan Dan kenyataan Di antara gerakan Dan tindakan Menyentuh bayang-bayang Karena milik-Mu adalah Kerajaan Di antara perasaan Dan respon Di antara keinginan Dan kejang Menyentuh bayang-bayang Semua manusia hanyalah pemain Keluar, dikejar oleh beruang. Mata yang aku tak berani bertemu dalam mimpi Dalam khayalan Atau dalam kenyataan Baik dalam hidup maupun kematian Di sana ada pohon Di sana ada pohon Tembok yang retak, atap dan menara yang terbakar Dan Agamemnon yang sudah mati. Menjadi semua hal-hal ini sebagian, Mereka tidak dapat berhenti menjadi. Semua pria bayangan Yang menggerutu dan bisik di seluruh pedesaan. Dan di dekat gerbang gereja mereka berdiri, Dan semua kuil yang sunyi dan kosong Di mana dewa kayu Duduk longgar dijaga, tanpa napas, tanpa gigi, tanpa mata, Semua di debu yang usang yang membingungkan pohon tunggal. Kemudaan dari bulan lama, kelembapan di sekitarnya, Suara dari jurang dan dari orang mati Naik ke nyanyian melengkung mereka. Seperti hewan yang kejut Kepalanya patah atau berdarah. Kepala makhluk hidup Tubuhnya didorong ke tanah. Kepalanya diserahkan di akhir tali Perbuatan-perbuatan mereka di jalan raya. Dan tulang kering tertawa. Tapi suara-suara kami yang kering Bisik bersama Tenang dan tanpa arti Seperti angin di rumput kering Atau kaki tikus di atas pecahan kaca Gudang kami yang kering Di antara gagasan Dan kenyataan Menyentuh bayang-bayang Di antara keinginan Dan kejang Menyentuh bayang-bayang Di antara perasaan Dan respon Menyentuh bayang-bayang Hidup itu sangat panjang Namun berakhir terlalu cepat. Inilah cara dunia berakhir Bukan dengan dentuman, melainkan bisikan.
Kembali ke Daftar