The Prophet (On Love

Oleh: Khalil Gibran
**"Puisi tentang Cinta"** *Oleh Kahlil Gibran* Apabila cinta menyeru engkau, ikutilah dia, walau jalan-jalannya keras dan terjal. Karena tangan-tangannya tertancap pada akar-akar kehidupanmu, dan ia membengkokkanmu menurut kehendaknya. Dan bebannya berat dan beratannya besar. Tetapi bila sayapnya membungkummu, rela kalahlah padanya, walau pedang di antara bulunya itu dapat memotong hatimu. Dan bila mulutnya berbicara, isilah hatimu dengan dia, dan jangan berhati-hati kepadanya, supaya tiada kekosongan di tempatnya. Karena cinta bukanlah milikmu sendiri, bukanlah miliknya sendiri. Dan bila ia telah mengambilmu, bersikaplah gembira bersamanya. Sebab cangkir keinginannya menjadi cangkir jiwa-mu. Dan cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri. Untuk bangun pagi dengan hati bersayap dan bersyukur atas hari yang lain untuk mencintai. Untuk bersantai di tengah hari dengan pikiran yang meminum dari sungai kegembiraan. Untuk kembali ke rumah pada petang dengan rasa syukur, dan kemudian tidur dengan doa untuk yang dicintai di dalam hatimu. Dan cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk meleleh dan menjadi seperti aliran sungai yang bernyanyi kepada malam. Untuk memberi secara cuma-cuma dan tidak menghitung biayanya. Untuk makan di meja sendiri dengan roti dan garam. Untuk mengembalikan ciuman dengan pemahaman dan menambahkannya sepuluh lipat. Untuk mencintai waktu itu sendiri. Untuk berdiri di tengah hari dengan mata tertutup dan menatap maju dengan keyakinan tanpa bertanya di mana jalan itu membawa. Dan cinta hanya meminta pemenuhan dirinya sendiri. Ia membuat sarangnya sendiri di dalam jiwa. Dan membangun lute di dalammu dan memeliturnya dengan sutra perak. Dan bernyanyi dengan musik dari kain penutup dan bayangan. Biarkan itu hanya untuk sentuhan tanganmu dan ciuman bibirmu. Dan bila kamu mencintai, janganlah berkata, "Allah ada di hatiku," tetapi sebaliknya, "Aku ada di hati Allah."
Kembali ke Daftar