Tirai Kelabu di Balik Kaca
Isi Karya
Di batas kaca yang dingin dan bening,
Malam merangkak, sunyi tergenang.
Ujung sigaret, bara yang menyala,
Menumpahkan asap, lambang lara.
Satu hembusan, nafas dilepas,
Membentuk tirai, perlahan memuai tuntas.
Asap kelabu, berpilin tipis,
Menari sendiri, mencari garis.
Ia meliuk, spiral tanpa arah,
Sebuah bayangan yang kian patah.
Membatasi pandang ke luar jalanan,
Di mana bulan menggantung tanpa janji penyelesaian.
Jendela adalah bingkai, saksi diam,
Tempat pikiran berkelindan kelam.
Asap itu tarian hening dari hati,
Sebuah rindu yang enggan mati.
Tak lama ia bertahan di udara beku,
Terurai, lenyap, memudar tak tentu.
Hanya menyisakan bau tembakau samar,
Di depan jendela, waktu terlempar.
Menganalisis konten...
";
try {
const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type);
const data = await res.json();
if (data.status === "success") {
container.innerHTML = data.comment;
} else {
container.innerHTML = "Gagal memuat analisis.
";
}
} catch (e) {
container.innerHTML = "Error koneksi.
";
}
}
async function postManualComment(id, type) {
const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim();
const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim();
if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; }
// Simple POST (you would implement a real endpoint for this)
appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"});
document.getElementById("userCommentText").value = "";
alert("Komentar terkirim!");
}
Diskusi Pembaca