Tudingan di Atas Riak
Isi Karya
Aku berdiri di atas cermin biru yang gelisah,
Kaki gemetar, namun telunjukku masihlah gagah.
Menghujat buih yang pecah dipukul amuk angin,
Lupa bahwa aku yang memilih tak memijak tanah dingin.
Wahai ombak, mengapa engkau menari liar?
Tanyaku dengan suara yang penuh benci dan gusar.
Padahal napas langitlah yang meniupkan setiap riak,
Dan aku hanyalah pendosa yang angkuh dan retak.
Menyalahkan arus atas goyahnya sebuah pijakan,
Adalah tipu daya yang enggan mengakui kerapuhan.
Sebab air tak pernah berjanji untuk tetap membatu,
Hanya aku yang terlalu keras kepala menentang waktu.
Menganalisis konten...
";
try {
const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type);
const data = await res.json();
if (data.status === "success") {
container.innerHTML = data.comment;
} else {
container.innerHTML = "Gagal memuat analisis.
";
}
} catch (e) {
container.innerHTML = "Error koneksi.
";
}
}
async function postManualComment(id, type) {
const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim();
const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim();
if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; }
// Simple POST (you would implement a real endpoint for this)
appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"});
document.getElementById("userCommentText").value = "";
alert("Komentar terkirim!");
}
Diskusi Pembaca