Khidmat di Ruang Tak Bernama Pelabuhan Jiwa "Cawan yang Pecah dan Bintang yang Terlarang" Revolusi Estetika: Peran Vital Chairil Anwar dalam Transformasi Puisi Modern Indonesia Simfoni Dalam Sunyi "Cawan yang Pecah dan Bintang yang Terlarang" Bayangan di Jendela Waktu Tiga Pilar Malam Sunyi Antara Pena dan Wayang: Membedah Sosok Sujiwo Tejo sebagai Sastrawan atau Budayawan? Tudingan di Atas Riak Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia Kidung Pelarian di Tengah Cerca Temu di Lipatan Takdir Dialektika di Tepi Cangkir Nakhoda di Lautan Angkuh Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia Kelaparan Sang Pujangga Bisu Irama Pengusir Dosa Sia-sia yang Kupeluk Si Binatang Jalang: Kisah Epik Chairil Anwar dalam Merevolusi Sastra Indonesia Nyala Sunyi Tiga Takdir Simfoni Padang Sunyi Ziarah Dalam Kekosongan Tempaan Luka di Ambang Fajar Remang Sunyi Sang Beludru

sebentar saja disinihingga ku

sebentar saja disinihingga ku

Isi Karya

sebentar saja disinihingga kusebentar saja disini
hingga ku berkedip
pergilah jika sudah
rinduku tak lelah

Biar detik yang sempit
Mengukir kenangan rumit
Tak perlu janji setia
Cukup hadirmu yang nyata

Karena saat kau menjauh
Hatiku takkan rapuh
Ia tahu cara menunggu
Tanpa diburu waktu

Aku tak memintamu menetap selamanya, karena aku tahu kakimu tercipta untuk melangkah. Maka, sebentar saja disini. Beri aku waktu hingga ku berkedip, untuk merekam senyummu dalam ingatan fotografisku.

Setelah itu, pergilah jika sudah. Tak perlu menoleh dengan rasa bersalah. Karena sejauh apa pun kau melangkah, rinduku tak lelah. Ia akan tetap hidup, bernapas tenang, menantimu atau sekadar mengenangmu dalam diam.

Sebentar saja disini
Hingga ku berkedip

Dalam gelap sekejap mata
Kusembunyikan potret kita
Agar saat mata terbuka
Kau boleh tiada, tapi rasa tetap ada

Pergilah jika sudah
Rinduku tak lelah

Ia tak butuh raga
Cukup bayangmu saja
Menemaniku menua
Di batas senja.

Diskusi Pembaca

// Comment Logic loadComments(59); async function loadAiReview(id, type) { const container = document.getElementById("aiReviewContainer-" + id); container.innerHTML = "
Menganalisis konten...
"; try { const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type); const data = await res.json(); if (data.status === "success") { container.innerHTML = data.comment; } else { container.innerHTML = "
Gagal memuat analisis.
"; } } catch (e) { container.innerHTML = "
Error koneksi.
"; } } async function postManualComment(id, type) { const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim(); const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim(); if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; } // Simple POST (you would implement a real endpoint for this) appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"}); document.getElementById("userCommentText").value = ""; alert("Komentar terkirim!"); }
Next: 30s
Chat Pemilik